SIARAN PERS

DEPARTEMEN PERDAGANGAN R.I.

Jl. M.I. Ridwan Rais Nomor 5, Jakarta Pusat 10110

Telp. 384-1961; 385-8171 s/d 5

 

 

 


“Certain Hot-Rolled Carbon Steel Plate” Indonesia

Tidak Dikenakan BMAD/BMI Lagi di Kanada

 

 

 

            Melalui “Order and Reasons Expiry Review Number RR-2004-004” yang diterbitkan oleh otoritas dumping dan subsidi Kanada pada akhir bulan Juni 2005, maka “certain hot-rolled carbon steel plate” asal Indonesia yang memasuki wilayah pabean Kanada terhitung mulai tanggal 27 Juni 2005 tidak dikenakan lagi bea masuk antidumping (BMAD) dan bea masuk imbalan (BMI).

 

            BMAD dikenakan Kanada sejak tangal 27 Juni 2000 terhadap dua produsen-eksportir baja Indonesia, masing-masing sebesar 15% dan 27,6% sementara BMI dikenakan masing-masing sebesar Rp. 757.728/MT dan Rp. 1.166.167/MT. Akibat pengenaan BMAD/BMI ini, ekspor “certain hot-rolled carbon steel plate” dari Indonesia ke Kanada menurun bahkan selanjutnya terhenti.

 

            Menjelang lima tahun pengenaan BMAD/BMI dimaksud, otoritas AD/CVD Kanada melakukan peninjauan yang dikenal sebagai “sunset review,” mulai tanggal 13 Oktober 2004. Dalam proses peninjauan ini Pemerintah Indonesia melakukan advokasi dan meminta agar BMAD/BMI tidak dikenakan lagi karena Indonesia praktis telah menghentikan ekspor produk tersebut ke Kanada sejak dikenakan BMAD/BMI sehingga industri sejenis di Kanada praktis tidak lagi mengalami “injury.”

 

            Dengan dihentikannya pengenaan BMAD/BMI tersebut maka terbuka kembali peluang Indonesia untuk melakukan ekspor “certain hot-rolled carbon steel plate” ke Kanada, meskipun selama dikenakan BMAD/BMI memang tidak ada larangan ekspor ke Negara di Utara Amerika Serikat tersebut. Namun untuk mengantisipasi munculnya tuduhan-tuduhan serupa di masa mendatang, dihimbau agar produsen dan eksportir Indonesia memberikan perhatian khusus pada kebijakan dan penentuan harga produknya. Hal ini tidak berlaku hanya untuk produk “certain hot-rolled carbon steel plate,” tetapi juga produk-produk lainnya mengingat instrumen “trade remedy” seperti BMAD, BMI dan safeguard semakin dilirik oleh Pemerintah tujuan eksporbaik di Negara maju maupun berkembangsebagai instrumen ampuh, mudah dan sah untuk melindungi kepentingan industri di dalam negerinya.

 

 

 

Biro Umum dan HUMAS

Departemen Perdagangan, 29 Juli 2005