F.A.Q

  1. AKU CINTA INDONESIA (ACI)
    1. Apa yang dimaksud dengan ACI?
    2. Apa tujuan gerakan Aku Cinta Indonesia?
    3. Apa makna logo 100% cinta Indonesia?
    4. Untuk apa dilakukan kampanye gerakan Aku Cinta Indonesia?
  2. REVITALISASI PASAR
    1. Apa yang dimaksud dengan Revitalisasi Pasar?
    2. Hal apa saja yang diharap dapat diwujudkan dengan adanya Revitalisasi Pasar?
    3. Mengapa harus ada revitalisasi pasar?
  3. RESI GUDANG
    1. Apa yang dimaksud dengan Resi Gudang?
    2. Komoditi apa saja yang dapat disimpan dalam Resi Gudang?
    3. Apa saja persyaratan komoditi dalam sistem resi gudang?
    4. Apakah manfaat dari Sistim Resi Gudang?
  4. KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS
    1. Apa yang dimaksud dengan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas?
    2. Apa manfaat kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas bagi perekonomian nasional?
    3. Perusahan-perusahaan apa saja yang dapat berlokasi di kawasan tersebut?
    4. Dimana wilayah di Indonesia yang saat ini menjadi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas?
  5. KINERJA EKSPOR-IMPOR
    1. Apa yang dimaksud dengan Ekspor-Impor?
    2. Apa yang menjadi indikator dalam menilai kinerja ekspor impor Indonesia selama ini?
    3. Apa yang menjadi dasar pemikiran dari pengunaan indikator tersebut?
    4. Bagaimana Kinerja Perdagangan Indonesia 5 tahun terakhir ini?
    5. Apalagi yang bisa menjadi indikator kinerja Perdagangan?
  6. TARIFF
    1. Apa yang dimaksud dengan Tariff Perdagangan?
    2. Apa saja yang menjadi tujuan pengenaan Tariff?
    3. Bagaimana penerapan tariff impor menurut tata hukum Indonesia?
    4. Apa yang dimaksud dengan Tarif Bea Masuk MFN?
    5. Apa tujuan "Program Harmonisasi Tarif Bea Masuk MFN"?
  7. PUTARAN DOHA (DOHA ROUND)
    1. Apa itu DOHA Round (Putaran Doha)?
    2. Apa yang dihasilkan dari Putaran Doha?
    3. Putaran selanjutnya
  8. PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE AGREEMENT=FTA)
    1. Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement)?
    2. Apa manfaat pembentukan Free Trade Area/Agreement (FTA)?
    3. Saat ini ada beberapa FTA yang melibatkan Indonesia?
    4. Apa saja substansi yang menjadi cakupan FTA?
  9. ASEAN-CHINA FTA (AC-FTA)
    1. Apa itu AC-FTA?
    2. Mengapa China?
    3. Bagaimana memaknai AC-FTA agar Indonesia meraih manfaat besar?






  1. AKU CINTA INDONESIA (ACI)
    1. Apa yang dimaksud dengan ACI?
      ACI (Aku Cinta Indonesia ) adalah gerakan untuk menggugah rasa bangga terhadap produk Indonesia. top
    2. Apa tujuan gerakan Aku Cinta Indonesia?
      Untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong masyarakat dalam menghargai, mencintai dan menggunakan produk dan jasa-jasa dalam negeri. top
    3. Apa makna logo 100% cinta Indonesia?
      Logo ini memiliki makna yang mudah dimengerti dan merupakan petunjuk yang mengingatkan dan menyadarkan bahwa kita pantas maju sebagai bangsa kreatif. Warna-warni yang ada pada logo merefleksikan keragaman dan kekayaan sumber daya, budaya, dan kreativitas bangsa Indonesia. top
    4. Untuk apa dilakukan kampanye gerakan Aku Cinta Indonesia?
      Kampanye ini dilakukan karena pemerintah menginginkan hadirnya produk-produk Indonesia yang memiliki mutu baik serta harga bersaing dan agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Disamping itu untuk lebih memberikan dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif / industri kreatif dan industri kerajinan / handicraft. top
  2. REVITALISASI PASAR
    1. Apa yang dimaksud dengan Revitalisasi Pasar?
      Revitalisasi pasar berarti perubahan pasar secara fisik dan pengelolaanya secara moderen yang ditujukan untuk memacu pertumbuhan pasar dengan menyelaraskan pasar dengan lingkunganya, dan sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. top
    2. Hal apa saja yang diharap dapat diwujudkan dengan adanya Revitalisasi Pasar?
      1. Adanya perubahan "wajah" pasar tradisional menjadi bisa lebih higienis, lebih nyaman dan lebih teratur.
      2. Lebih mengutamakan kepentingan para pedagangnya dan konsumen.
      3. Dapat mendorong kesadaran pedagang dalam melakukan sanitasi lingkungan, kesehatan dan menjual produk yang hygienis.
      4. Dapat mendorong kesadaran masyarakat dan pedagang akan pentingnya atribut mutu dan keamanan produk.
      top
    3. Mengapa harus ada revitalisasi pasar?
      Karena banyaknya pasar modern seperti minimarket, supermarket bahkan hypermarket di kota metropolitan bahkan sudah merambah sampai kota kecil di tanah air, dan adanya tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Untuk itu revitalisasi pasar perlu dilakukan agar pasar tradisionil dapat bersaing dengan pasar modern, disamping itu pasar tradisional menyimpan peran penting bagi masyarakat luas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pasar-pasar modern. top
  3. RESI GUDANG
    1. Apa yang dimaksud dengan Resi Gudang?
      Resi gudang (warehouse receipt system ) adalah: Dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang. Dokumen tersebut merupakan sekuriti yang menjadi instrumen perdagangan serta merupakan bagian dari sistim pemasaran dan sistim keuangan dari banyak negara industri. Resi gudang ini dapat diperdagangkan, diperjual belikan, dipertukarkan, ataupun digunakan sebagai jaminan bagi pinjaman, maupun dapat digunakan untuk pengiriman barang dalam transaksi derivatif seperti halnya kontrak serah (futures contract). top
    2. Komoditi apa saja yang dapat disimpan dalam Resi Gudang?
      Permendag No. 26/M-DAG/PER/6/2007 menetapkan delapan komoditi pertanian sebagai barang yang dapat disimpan di gudang dalam penyelenggaraan sistem resi gudang yaitu : Gabah ,Beras ,Kopi ,Kakao, Lada, Karet, Rumput laut dan Jagung. top
    3. Apa saja persyaratan komoditi dalam sistem resi gudang?
      Persyaratan komoditi dalam sistem resi gudang adalah :
      1. Mempunyai usia simpan yang cukup lama (di atas 3 bulan)
      2. Harga berluktuasi: rendah (musim panen), dan tinggi (musim tanam/paceklik)
      3. Mempunyai standar-mutu tertentu
      4. Mempunyai pasar dan informasi harga yang jelas
      5. Komoditi potensial dan sangat berperan dalam perekonomian daerah setempat dan nasional.
      top
    4. Apakah manfaat dari Sistim Resi Gudang?
      Manfaat sistem resi gudang adalah :
      1. Mempermudah akses kredit bagi pelaku usaha.
      2. Memberikan fleksibitas waktu penjualan.
      3. Mendorong berusaha secara berkelompok dan adanya peningkatan produksi dengan standar/mutu.
      4. Alternatif instrumen penyaluran kredit bagi perbankan yang lebih menarik.
      5. Mendorong penyaluran kredit ke sektor pertanian
      6. Mendorong tumbuhnya industri pergudangan dan bidang usaha terkait Sistim Resi Gudang lainnya.
      7. Sarana pengendalian sediaan (stock) nasional yang lebih efisien
      top
  4. KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS
    1. Apa yang dimaksud dengan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas?
      Berdasarkan UU No. 36 tahun 2000 yang dimaksud dengan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas adalah kawasan yang ada dalam wilayah hukum NKRI yang terpisah dari daerah pabean sehingga bebas dari pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah dan cukai. top
    2. Apa manfaat kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas bagi perekonomian nasional?
      Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dapat mendorong kegiatan lalu lintas perdagangan internasional yang mendatangkan devisa bagi negara serta dapat memberi pengaruh dan manfaat besar bagi Indonesia, untuk dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kepariwisataan dan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri. top
    3. Perusahan-perusahaan apa saja yang dapat berlokasi di kawasan tersebut?
      Perusahaan yang dapat berlokasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas adalah perusahaan penanaman modal asing yang produknya berorientasi ekspor, perusahaan domestik yang memfasilitasi perdagangan, melakukan usaha logistik atau mendukung industri lainnya. top
    4. Dimana wilayah di Indonesia yang saat ini menjadi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas?
      Berdasarkan Perpu No. 1 tahun 2007 yang menjadi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas adalah Batam, Bintan dan Karimun (BBK). top
  5. KINERJA EKSPOR-IMPOR
    1. Apa yang dimaksud dengan Ekspor-Impor?
      Ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Sedangkan Impor adalah proses sebaliknya, memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Ekspor dan Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. top
    2. Apa yang menjadi indikator dalam menilai kinerja ekspor impor Indonesia selama ini?
      Salah satu yang umum digunakan untuk menilai kinerja perdagangan adalah pertumbuhan nilai atau volume ekspor-impor rata-rata pertahun atau tren pertumbuhan jangka panjangnya. top
    3. Apa yang menjadi dasar pemikiran dari pengunaan indikator tersebut?
      Kinerja ekspor Indonesia yang baik dicerminkan salah satunya oleh laju pertumbuhan rata-rata pertahunnya yang relative tinggi dibandingkan negara-negara pesaingnya, atau oleh tren pertumbuhan jangka panjangnya yang positif (meningkat). Tren pertumbuhan jangka panjang yang meningkat mencerminkan perubahan jangka panjang dari tingkat daya saing produk tersebut didalam perdagangan global. top
    4. Bagaimana Kinerja Perdagangan Indonesia 5 tahun terakhir ini?
      Selama lima tahun terakhir (2005-2009) pertumbuhan ekspor Indonesia cenderung meningkat sebesar 20% pertahun, begitu pula pertumbuhan impor cenderung meningkat sebesar 9,7% pertahun. Pada Tahun 2009 Indonesia menduduki peringkat ke-29 dalam ekspor dunia dan posisi ke-28 dalam impor dunia. Selama tahun 2009, sektor Industri menyumbang 75,3%, pertambangan 20,2% dan pertanian 4,5 % terhadap total eskpor Indonesia. Negara yang menjadi mitra Dagang utama Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat Singapura, RRT dan India. top
    5. Apalagi yang bisa menjadi indikator kinerja Perdagangan?
      Indikator lainnya yang dapat mengukur perkembangan perdagangan adalah Diversifikasi produk dan diversifikasi pasar. Kinerja ekspor dapat dikatakan bagus jika produk yang diekspor bervariasi dan juga pasar ekspornya luas. top
  6. TARIFF
    1. Apa yang dimaksud dengan Tariff Perdagangan?
      Dalam kegiatan ekspor- impor, Tariff disebut juga dengan istilah Customs, duties, atau charges. Tariff merupakan Pajak yang dikenakan atas suatu komoditi yang diperdagangkan lintas-batas territorial. Tarif umumnya dikenakan pada barang impor, meskipun ada juga yang dikenakan pada barang yang diekspor. Tarif biasanya dihubungkan dengan proteksionisme, kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antarnegara. top
    2. >Apa saja yang menjadi tujuan pengenaan Tariff?
      Banyak tujuan atau alas an pengenaan tariff, diantaranya untuk melindungi industri atau sektor-sektor lain didalam negeri, stabilisasi harga barang, mengurangi defisit saldo neraca perdagangan, meningkatkan kesempatan kerja, alasan-alasan fiskal, mencegah dumping ataupun karena tujuan politik. top
    3. Bagaimana penerapan tariff impor menurut tata hukum Indonesia?
      Untuk merealisasi pengaturan tentang tarif impor, Pemerintah mengeluarkan UU. No. 10 Tahun 1995 tentang "Kepabeanan" yang kemudian diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006, sebagai dasar hukum tentang tarif, yaitu dari Pasal 12 hingga Pasal 17A. top
    4. Apa yang dimaksud dengan Tarif Bea Masuk MFN?
      Tarif Bea Masuk MFN (Most Favourable Nations) adalah tarif bea masuk yang dikenakan atas barang impor yang masuk ke suatu negara dari negara lainnya, kecuali negara yang memiliki perjanjian khusus mengenai tarif bea masuk dengan negara tersebut. top
    5. Apa tujuan "Program Harmonisasi Tarif Bea Masuk MFN"?
      Untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, memberikan kepastian hukum bagi investor, memberikan perlindungan bagi konsumen, dan meningkatkan efisiensi administrasi kepabeanan, maka tarif bea masuk MFN akan disesuaikan secara bertahap sehingga secara relatif menjadi harmonis, rendah dan uniform pada tahun 2010. Pola penyesuaian tarif bea masuk ini disebut Program Harmonisasi Tarif Bea Masuk, 2005-2010. top
  7. PUTARAN DOHA (DOHA ROUND)
    1. Apa itu DOHA Round (Putaran Doha)?
      Sejak terbentuknya WTO awal tahun 1995 telah diselenggarakan lima kali Konperensi Tingkat Menteri (KTM) yang merupakan forum pengambil kebijakan tertinggi dalam WTO. KTM-WTO pertama kali diselenggarakan di Singapura tahun 1996, kedua di Jenewa tahun 1998, ketiga di Seatlle tahun 1999 dan KTM keempat di Doha, Qatar tahun 2001. Sementara itu KTM kelima diselenggarakan di Cancun, Mexico tahun 2003. top
    2. Apa yang dihasilkan dari Putaran Doha?
      1. Deklarasi Doha
        KTM ke-4 (9-14 Nopember 2001) yang dihadiri oleh 142 negara. Menghasilkan dokumen utama berupa Deklarasi Menteri (Deklarasi Doha) yang menandai diluncurkannya putaran perundingan baru mengenai perdagangan jasa, produk pertanian, tarif industri, lingkungan, isu-isu implementasi, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), penyelesaian sengketa dan peraturan WTO.
        Deklarasi tersebut mengamanatkan kepada para anggota untuk mencari jalan bagi tercapainya konsensus mengenai Singapore Issues yang mencakup isu-isu: investasi, kebijakan kompetisi (competition policy), transparansi dalam pengadaan pemerintah (goverment procurement), dan fasilitasi perdagangan. Namun perundingan mengenai isu-isu tersebut ditunda hingga selesainya KTM V WTO pada tahun 2003, jika terdapat konsensus yang jelas (explicit concensus) dimana para anggota menyetujui dilakukannya perundingan. Deklarasi juga memuat mandat untuk meneliti program-program kerja mengenai electronic commerce, negara-negara kecil (small economies), serta hubungan antara perdagangan, hutang dan alih teknologi.
        Deklarasi Doha juga telah memberikan mandat kepada para anggota WTO untuk melakukan negosiasi di berbagai bidang, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan pelaksanaan persetujuan yang ada. Perundingan dilaksanakan di Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC) dan badan-badan dibawahnya (subsidiaries body). Selebihnya, dilakukan melalui program kerja yang dilaksanakan oleh Councils dan Commitee yang ada di WTO.
      2. Doha Development Agenda
        Keputusan-keputusan yang telah dihasilkan KTM IV ini dikenal pula dengan sebutan ”Agenda Pembangunan Doha” (Doha Development Agenda) mengingat didalamnya termuat isu-isu pembangunan yang menjadi kepentingan negara-negara berkembang paling terbelakang (Least developed countries/LDCs), seperti: kerangka kerja kegiatan bantuan teknik WTO, program kerja bagi negara-negara terbelakang, dan program kerja untuk mengintegrasikan secara penuh negara-negara kecil ke dalam WTO.
        Mengenai perlakuan khusus dan berbeda” (special and differential treatment), Deklarasi tersebut telah mencatat proposal negara berkembang untuk merundingkan Persetujuan mengenai Perlakuan khusus dan berbeda (Framework Agreement of Special and Differential Treatment/S&D), namun tidak mengusulkan suatu tindakan konkrit mengenai isu tersebut. Para menteri setuju bahwa masalah S&D ini akan ditinjau kembali agar lebih efektif dan operasional.
      3. Isu-isu yang disetujui untuk dirundingkan lebih lanjut
        Deklarasi Doha mencanangkan segera dimulainya perundingan lebih lanjut mengenai beberapa bidang spesifik, antara lain di bidang pertanian. Perundingan di bidang pertanian telah dimulai sejak bulan sejak bulan Maret 2000. Sudah 126 anggota (85% dari 148 anggota) telah menyampaikan 45 proposal dan 4 dokumen teknis mengenai bagaimana perundingan seharusnya dijalankan. Salah satu keberhasilan besar negara-negara berkembang dan negara eksportir produk pertanian adalah dimuatnya mandat mengenai ”pengurangan, dengan kemungkinan penghapusan, sebagai bentuk subsidi ekspor”.
        Mandat lain yang sama pentingnya adalah kemajuan dalam hal akses pasar, pengurangan substansial dalam hal program dukungan/subsidi domestik yang mengganggu perdagangan (trade-distorting domestic suport programs), serta memperbaiki perlakukan khusus dan berbeda di bidang pertanian bagi negara-negara berkembang.
        Paragraf 13 dari Deklarasi KTM Doha juga menekankan mengenai kesepakatan agar perlakuan khusus dan berbeda untuk negara berkembang akan menjadi bagian integral dari perundingan di bidang pertanian. Dicatat pula pentingnya memperhatikan kebutuhan negara berkembang termasuk pentingnya ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.
      top
    3. Putaran selanjutnya
      1. Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO di Cancun, Meksiko
        Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO berlangsung di Cancun, Meksiko tanggal 10-14 September 2003. Berbeda dengan KTM IV di Doha, KTM V di Cancun kali ini tidak mengeluarkan Deklarasi yang rinci dan substantif, karena gagal menyepakati secara konsensus, terutama terhadap draft teks pertanian, akses pasar produk non pertanian (MANAP) dan Singapore issues.
        Perundingan untuk isu pertanian diwarnai dengan munculnya joint paper AS-UE, proposal Group 20 (yang menentang proposal gabungan AS-UE) dan proposal Group 33 (yang memperjuangkan konsep special product dan special safeguard mechanism).
        Secara singkat, joint paper AS-UE antara lain memuat proposal yang menghendaki adanya penurunan tarif yang cukup signifikan di negara berkembang, tetapi tidak menginginkan adanya pengurangan subsidi dan tidak secara tegas memuat komitmen untuk menurunkan tarif tinggi (tariff peak) di negara maju.
        Sebaliknya, negara berkembang yang tergabung dalam Group 20 menginginkan adanya penurunan subsidi domestik (domestik support) dan penghapusan subsidi ekspor pertanian di negara-negara maju, sebagaimana dimandatkan dalam Deklarasi Doha.
        Sementara itu, kelompok negara-negara berkembang lainnya yang tergabung dalam Group 33 (group yang dimotori Indonesia dan Filipina) mengajukan proposal yang menghendaki adanya pengecualian dari penurunan tarif, dan subsidi untuk Special Products (SPs) serta diberlakukannya Special Safeguard Mechanism (SSM) untuk negara-negara berkembang.
      2. Kesepakatan Juli 2004
        Setelah gagalnya KTM V WTO di Cancun, Meksiko pada tahun 2003, Sidang Dewan Umum WTO tanggal 1 Agustus 2004 berhasil menyepakati Keputusan Dewan Umum tentang Program Kerja Doha, yang juga sering disebut sebagai Paket Juli. Pada kesempatan tersebut berhasil disepakati kerangka (framework) perundingan lebih lanjut untuk DDA (Doha Development Agenda) bagi lima isu utama yaitu perundingan pertanian, akses pasar produk non-pertanian (NAMA), isu-isu pembangunan dan impelementasi, jasa, serta Trade Facilitation dan penanganan Singapore issues lainnya.
        Keputusan Dewan Umum WTO melampirkan Annex A sebagai framework perundingan lebih lanjut untuk isu pertanian. Keputusan untuk ketiga pilar perundingan sektor pertanian (subsidi domestik, akses pasar dan subsidi ekspor) adalah:

        Subsidi domestik
        1. Negara maju harus memotong 20% dari total subsidi domestiknya pada tahun pertama implementasi perjanjian pertanian.
        2. Pemberian subsidi untuk kategori blue box akan dibatasi sebesar 5% dari total produksi pertanian pada tahun pertama implementasi.
        3. Negara berkembang dibebaskan dari keharusan untuk menurunkan subsidi dalam kategori de minimis asalkan subsidi tersebut ditujukan untuk membantu petani kecil dan miskin.

        Subsidi ekspor
        1. Semua subsidi ekspor akan dihapuskan dan dilakukan secara paralel dengan penghapusan elemen subsidi program seperti kredit ekspor, garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran melebihi 180 hari.
        2. Memperketat ketentuan kredit ekspor, garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran 180 hari atau kurang, yang mencakup pembayaran bunga, tingkat suku bunga minimum, dan ketentuan premi minimum.
        3. Implementasi penghapusan subsidi ekspor bagi negara berkembang yang lebih lama dibandingkan dengan negara maju.
        4. Hak monopoli perusahaan negara di negara berkembang yang berperan dalam menjamin stabilitas harga konsumen dan keamanan pangan, tidak harus dihapuskan.
        5. Aturan pemberian bantuan makanan (food aid) diperketat untuk menghindari penyalahgunaannya sebagai alat untuk mengalihkan kelebihan produksi negara maju.
        6. Beberapa aturan perlakuan khusus dan berbeda (S&D) untuk negara berkembang diperkuat.

        Akses Pasar
        1. Untuk alasan penyeragaman dan karena pertimbangan perbedaan dalam struktur tarif, penurunan tarif akan menggunakan tiered formula.
        2. Penurunan tarif akan dilakukan terhadap bound rate.
        3. Paragraf mengenai special products (SP) dibuat lebih umum dan tidak lagi menjamin jumlah produk yang dapat dikategorikan sebagai sensitive product. Negara berkembang dapat menentukan jumlah produk yang dikategorikan sebagai special products berdasarkan kriteria food security, livelihood security, dan rural development.
    top
  8. PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE AGREEMENT=FTA)
    1. Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement)?
      Adalah perjanjian diantara dua negara atau lebih untuk membentuk wilayah perdagangan bebas dimana perdagangan barang atau jasa diantara mereka dapat melewati perbatasan negara masing-masing tanpa dikenakan hambatan tarif atau hambatan non tarif. top
    2. Apa manfaat pembentukan Free Trade Area/Agreement (FTA)?
      FTA dibentuk karena memberikan manfaat kepada anggotanya, antara lain terjadinya trade creation dan trade diversion. Trade creation adalah terciptanya transaksi dagang antar anggota FTA yang sebelumnya tidak pernah terjadi, akibat adanya insentif-insentif karena terbentuknya FTA. Trade diversion terjadi akibat adanya insentif penurunan tariff, misalnya Indonesia yang sebelumnya selalu mengimpor gula hanya dari China beralih menjadi mengimpor gula dari Thailand karena menjadi lebih murah dan berhenti mengimpor gula dari China. top
    3. Saat ini ada beberapa FTA yang melibatkan Indonesia?
      Ada beberapa FTA yang melibatkan Indonesia baik dalam kerangka bilateral maupun regional yaitu Indonesia-Jepang (IJ-EPA), ASEAN-China, ASEAN-FTA (CEPT-AFTA), ASEAN-Korea, ASEAN-India dan ASEAN-Australia-New Zealand. top
    4. Apa saja substansi yang menjadi cakupan FTA?
      Ada beberapa substansi yang biasanya menjadi cakupan dalam FTA baik bilateral maupun regional yaitu antara lain perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, pergerakan tenaga kerja, capacity building, prosedur kepabeanan, hak atas kekayaan intelektual dan lain sebagainya. top
  9. ASEAN-CHINA FTA (AC-FTA)
    1. Apa itu AC-FTA?
      Kesepakatan pembentukan perdagangan bebas AC-FTA diawali oleh kesepakatan para peserta ASEAN-China Summit di Brunei Darussalam pada November 2001. Hal tersebut diikuti dengan penandatanganan Naskah Kerangka Kerjasama Ekonomi (The Framework Agreement on A Comprehensive Economic Cooperation) oleh para peserta ASEAN-China Summit di Pnom Penh pada November 2002, dimana naskah ini menjadi landasan bagi pembentukan ACFTA dalam 10 tahun dengan suatu fleksibilitas diberikan kepada negara tertentu seperi Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.
      Pada bulan November 2004, peserta ASEAN-China Summit menandatangani Naskah Perjanjian Perdagangan Barang (The Framework Agreement on Trade in Goods) yang berlaku pada 1 Juli 2005. Berdasarkan perjanjian ini negara ASEAN-5 (Indonesia, Thailand, Singapura, Philipina, Malaysia) dan China sepakat untuk menghilangkan 90% tarif komoditas pada tahun 2010. Untuk negara ASEAN lainnya pemberlakuan kesepakatan dapat ditunda hingga 2015. top
    2. Mengapa China?
      Seperti telah diketahui bahwa Cina merupakan negara berkembang di Asia yang perkembangan ekonominya cukup pesat dan mampu mempertahankan pertumbuhan yang tinggi dibanding negara-negara lainnya, sehingga posisi Cina saat ini cukup penting dalam perekonomian global. Disamping itu, pasar Cina cukup besar dan potensial sehingga akan saling menguntungkan apabila dapat dijalin kerjasama diberbagai sektor ekonomi, karena disamping memiliki kemampuan investasi yang tinggi, Cina juga membutuhkan bahan baku/penolong dan barang modal untuk menggerakkan sektor industrinya. Dalam pada itu sebagai salah satu pemain dalam pasar global, Cina juga membutuhkan tempat untuk merelokasi industri yang dinilai sudah tidak kompetitif lagi. top
    3. Bagaimana memaknai AC-FTA agar Indonesia meraih manfaat besar?
      Selain re-focusing pengembangan komoditas unggulan, dalam jangka pendek, Indonesia bisa menempuh strategi non-tariff barrier untuk menahan gerusan serbuan produk supermurah dari Cina. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan ketentuan di bidang sanitary and phytosanitary, special product, codex alimentarius, serta produk segar dan halal. Strategi ini bisa dipastikan akan memperkuat daya saing produk nasional. Tentu penerapan non-tariff barrier harus dilakukan secara ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan aksi balasan (retaliation). Hanya dengan langkah simultan, terukur, konsisten, dan antisipatif, kita bisa memetik manfaat ACFTA.
    top